Human Diversities: Language, Gender, Ethnicity, and Culture
March 12, 2014
I. Language
Bahasa adalah sarana utama dalam berkomunikasi. Bahasa disebarkan melalui pembelajaran, sebagai bagian dari enkulturasi. Bahasa didasarkan pada sewenang-wenang, belajar hubungan antara kata-kata dan hal-hal yang mereka wakili. Hanya manusia yang memiliki kapasitas linguistik untuk membicarakan masa lalu dan masa depan di samping saat ini. Antropolog mempelajari bahasa dalam konteks sosial dan budaya.
Terdiri dari sejumlah suara yang dihasilkan sebagai respons terhadap rangsangan tertentu. Panggilan tidak bisa digabungkan untuk menghasilkan panggilan baru. Panggilan
yang refleksif dalam bahwa mereka merupakan respon otomatis terhadap rangsangan
tertentu. Meskipun primata menggunakan call system, saluran vokal mereka tidak
cocok untuk berbahasa. Contoh
perbedaan antara bahasa manusia dan call system primata adalah manusia
mempunyai kapasitas untuk membicarakan hal-hal dan peristiwa yang tidak berada
pada periode waktu sekarang. Sedangkan primata mempunyai rangsangan yang
bergantung. Panggilan untuk makanan hanya bisa dilakukan apabila makanan ada
dihadapan mereka dan tidak bisa dipalsukan.
b. Sign Language
b. Sign Language
Bahasa
isyarat adalah bahasa yang mengutamakan komunikasi manual, bahasa tubuh,
dan gerak bibir, bukan lewat suara, untuk berkomunikasi.
c. The Origin of Language
Kapasitas
manusia untuk berkomunikasi dikembangkan selama ratusan ribu tahun, karena sistem
panggilan diubah ke dalam bahasa. Bahasa adalah proses unik yang efektif untuk pembelajaran
yang memungkinkan manusia untuk beradaptasi lebih cepat terhadap rangsangan baru
dari lingkungan sekitarnya.
d. Non Verbal Communication
Kinesics adalah studi komunikasi melalui gerakan tubuh, sikap dan ekspresi wajah. Bau juga berperan penting dalam komunikasi ini. Komunikasi non verbal juga meliputi ekspresi mikro, gestur, paralinguistik (tone), postur, respon fisiologis, proksemika (jarak), tatapan mata, haptik (sentuhan), dan penampilan.
e. The Structure of Language
Penelitian ilmiah bahasa lisan meliputi beberapa jenis, diantaranya adalah:
Phonology: studi tentang suara yang digunakan dalam berbicara.
Morphology: mempelajari bentuk-bentuk dimana suara dikelompokkan dalam sambutannya.
Lexicon: kamus yang berisi semua unit terkecil dari pidato yang memiliki makna (morfem).
Syntax: mengacu pada aturan yang memesan kata-kata dan frasa menjadi kalimat.
f. Speech Sounds
Fonem adalah kontras suara terkecil yang membedakan arti dan tidak mempunyai makna sendiri. Telepon adalah suara yang dibuat oleh manusia yang mungkin bertindak sebagai fonem dalam bahasa tertentu. Fonetik adalah ilmu yang mempelajari suara manusia suara, fonemik adalah studi tentang ponsel karena mereka bertindak dalam bahasa tertentu.
g. Language, Thought & Culture
d. Non Verbal Communication
Kinesics adalah studi komunikasi melalui gerakan tubuh, sikap dan ekspresi wajah. Bau juga berperan penting dalam komunikasi ini. Komunikasi non verbal juga meliputi ekspresi mikro, gestur, paralinguistik (tone), postur, respon fisiologis, proksemika (jarak), tatapan mata, haptik (sentuhan), dan penampilan.
e. The Structure of Language
Penelitian ilmiah bahasa lisan meliputi beberapa jenis, diantaranya adalah:
Phonology: studi tentang suara yang digunakan dalam berbicara.
Morphology: mempelajari bentuk-bentuk dimana suara dikelompokkan dalam sambutannya.
Lexicon: kamus yang berisi semua unit terkecil dari pidato yang memiliki makna (morfem).
Syntax: mengacu pada aturan yang memesan kata-kata dan frasa menjadi kalimat.
f. Speech Sounds
Fonem adalah kontras suara terkecil yang membedakan arti dan tidak mempunyai makna sendiri. Telepon adalah suara yang dibuat oleh manusia yang mungkin bertindak sebagai fonem dalam bahasa tertentu. Fonetik adalah ilmu yang mempelajari suara manusia suara, fonemik adalah studi tentang ponsel karena mereka bertindak dalam bahasa tertentu.
g. Language, Thought & Culture
Chomsky berpendapat bahwa tata bahasa
universal sifatnya terbatas, dan bahasa apapun dapat diterjemahkan ke bahasa
lain yang dianggap bukti yang mendukung klaim ini. The Sapir-Whorf Hipotesis:
Sapir dan Whorf digambarkan sebagai pendukung awal pandangan bahwa bahasa yang
berbeda menyiratkan cara berpikir yang berbeda.
h. Focal Vocabulary
Adalah elaborasi leksikal yang sesuai
dengan kegiatan yang bersentral pada kebudayaan. Dikatakan bahwa, bahasa,
pemikiran, dan budaya sifatnya saling terkait. Perubahan lebih mungkin untuk
berpindah dari budaya bahasa, bukan sebaliknya.h. Focal Vocabulary
i. Meaning
Semantik
"mengacu pada makna sistem bahasa itu."
Ethnoscience,
atau ethnosemantics, adalah studi tentang kategorisasi linguistik perbedaan,
seperti dalam sistem klasifikasi, taksonomi, dan istilah khusus (seperti astronomi
dan obat-obatan).
Sifat, definisi, elemen dan jenis dari meaning dikupas oleh para filsuf seperti Aristotle, Augustine dan Aquinas. Menurut mereka, 'meaning adalah hubungan antara dua macam hal: tanda-tanda dan hal-hal yang dimaksud sesungguhnya'.
Jenis-jenis dari meaning berdasarkan cara penyampaiannya diantaranya adalah:
j. Sociolinguistics
Adalah ilmu yang mempelajari ciri dan berbagai variasi bahasa, serta hubungan di antara para pengguna bahasa dengan fungsi variasi bahasa itu di dalam suatu masyarakat berbahasa. Sosiolinguistik berkembang ke arah studi yang memandang bahwa bahasa tidak dapat dijelaskan secara memuaskan tanpa melibatkan aspek-aspek sosial yang mencirikan masyarakat.
k. Linguistic Diversity
Sifat, definisi, elemen dan jenis dari meaning dikupas oleh para filsuf seperti Aristotle, Augustine dan Aquinas. Menurut mereka, 'meaning adalah hubungan antara dua macam hal: tanda-tanda dan hal-hal yang dimaksud sesungguhnya'.
Jenis-jenis dari meaning berdasarkan cara penyampaiannya diantaranya adalah:
- Ada hal-hal yang mungkin memiliki arti.
- Ada hal-hal yang merupakan tanda-tanda dari hal lain, dan mempunyai makna tersendiri.
- Ada hal-hal yang selalu harus memiliki makna seperti kata-kata dan simbol non verbal lainnya.
j. Sociolinguistics
Adalah ilmu yang mempelajari ciri dan berbagai variasi bahasa, serta hubungan di antara para pengguna bahasa dengan fungsi variasi bahasa itu di dalam suatu masyarakat berbahasa. Sosiolinguistik berkembang ke arah studi yang memandang bahwa bahasa tidak dapat dijelaskan secara memuaskan tanpa melibatkan aspek-aspek sosial yang mencirikan masyarakat.
k. Linguistic Diversity
- Keragaman etnis dan kelas negara maupun bangsa dicerminkan oleh keragaman bahasa.
- Individu tunggal dapat mengubah cara mereka berbicara tergantung pada kebutuhan sosial-ini disebut gaya pergeseran.
- Diglosia adalah pergeseran biasa dari satu dialek yang lain (misalnya, varian tinggi dan rendah dari bahasa) oleh anggota populasi linguistik tunggal.
l. Gender Speech Contrasts
p. Cyberspace
Dalam sosiologi mengacu pada sekumpulan ciri-ciri khas yang dikaitkan dengan jenis kelamin individu dan diarahkan pada peran sosial atau identitasnya dalam masyarakat. WHO memberi batasan gender sebagai seperangkat peran, perilaku, kegiatan dan atribut yang dianggap layak bagi laki-laki dan perempuan yang dikonstruksi secara sosial dalam suatu masyarakat. Dalam kajian filsafat Barat, mayoritas perempuan dianggap sebagai makhluk yang lemah. Sehingga dia harus ditempatkan sebagai manusia kelas kedua setelah laki-laki.
Di
Amerika dan Inggris, ada perbedaan reguler antara cara berbicara laki-laki dan
perempuan yang melintasi batas-batas sub-budaya.Perempuan cenderung berbicara
lebih "standar" dialek dan menggunakan lebih sedikit
"kekuatan" di dalam kata-kata tersebut karena perempuan kurang
diberikan kekuatan sosial ekonomi.
m. Stratification & Symbolic Domination
Dalam
situasi di mana stratifikasi sosial yang ada, dialek dari strata yang dominan
dianggap "standard" dan bernilai lebih dari dialek dari strata yang
lebih rendah.
Menurut
Bourdieu, konsensus masyarakat secara keseluruhan bahwa salah satu dialek
adalah hasil yang lebih bergengsi di "dominasi simbolis."
n. Black English Vernacular (BEV)
Dialek dari bahasa Inggris Amerika, yang paling
sering diucapkan oleh para pekerja di perkotaan dan kelas menengah.
BEV memiliki sistem aturan linguistik sendiri, yaitu:
- BEV tidak mengucapkan antarvokal r.
- BEV menggunakan kopula untuk menghilangkan kata kerja yang berasal dari ucapan mereka.
Cabang
linguistik yang mempelajari perubahan bahasa. Bidang ini kadang disebut
linguistik diakronis (dari bahasa Latin: dia- 'melalui' dan chronos 'waktu')
sebagai lawan dari linguistik sinkronis yang mengkaji bahasa pada suatu waktu
tertentu. Kajian bidang ini antara lain meliputi kajian sejarah satu bahasa
(kadang disebut filologi), bagaimana dan mengapa perubahan bahasa terjadi,
perubahan dengan perbandingan terhadap bahasa lain yang serumpun (linguistik
komparatif), perkembangan dialek bahasa (dialektologi), serta sejarah kata
(etimologi).
p. Cyberspace
- Merupakan bagian dari dunia yang dilayari oleh komputer.
- AIT: (Advanced Information Technology) tinggi lingkungan komunikasi teknologi yang telah melahirkan dunia maya.
- Netiquette adalah istilah yang digunakan untuk penggunaan dan gaya yang dianggap layak dan sopan dalam komunikasi dunia maya.
Dalam sosiologi mengacu pada sekumpulan ciri-ciri khas yang dikaitkan dengan jenis kelamin individu dan diarahkan pada peran sosial atau identitasnya dalam masyarakat. WHO memberi batasan gender sebagai seperangkat peran, perilaku, kegiatan dan atribut yang dianggap layak bagi laki-laki dan perempuan yang dikonstruksi secara sosial dalam suatu masyarakat. Dalam kajian filsafat Barat, mayoritas perempuan dianggap sebagai makhluk yang lemah. Sehingga dia harus ditempatkan sebagai manusia kelas kedua setelah laki-laki.
- Sexism: ideologi dimana satu jenis kelamin lebih unggul dari yang lain.
- Sexual Harrasment: perilaku yang terjadi ketika pekerjaan dimanfaatkan untuk hal-hal yang seksual, komentar cabul atau penampilan materi pornografi yang dapat menciptakan lingkungan yang tidak bersahabat di tempat kerja.
III. Ethnicity
- Kelompok etnik atau suku bangsa adalah suatu golongan manusia yang anggota-anggotanya mengidentifikasikan dirinya dengan sesamanya, biasanya berdasarkan garis keturunan yang dianggap sama.
- Identitas suku ditandai oleh pengakuan dari orang lain akan ciri khas kelompok tersebut seperti persamaan budaya, bahasa, agama, perilaku dan ciri-ciri biologis.
- Etnisitas adalah sebuah faktor fundamental dalam kehidupan manusia. Hal ini adalah gejala yang terkandung dalam pengalaman manusia.
IV. Culture
- Kottak menggunakan definisi Tylor tentang budaya. Bahwa keseluruhan kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat dan kemampuan atau kebiasaan lain yang diperoleh oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
- Enkulturasi merupakan proses dimana seorang anak belajar budayanya.
- Kebudayaan itu sifatnya diberikan, dipelajari, simbolis, alamiah. Kebudayaan terdiri dari beberapa bagian yang saling digabungkan dan saling meliputi.
Reflection:
- Bahasa yang digunakan dalam keseharian umumnya adalah verbal dan non verbal. Tapi terkadang, sign language seperti gerakan bibir tanpa suara juga digunakan dalam situasi tertentu. Dan pada jaman sekarang, banyak istilah-istilah yang dikenal dengan sebutan focal vocabulary yang digunakan oleh generasi muda.
- Dalam konteks gender, hal yang paling sering ditemui adalah konflik sexism. Dimana adanya perbandingan atau perbedaan yang menyatakan bahwa satu jenis kelamin lebih superior dibanding yang satunya. Konflik ini banyak terjadi di masyarakat Indonesia, dan biasanya kaum perempuan yang direndahkan karena ada beberapa orang yang masih mengikuti tuntutan bahwa perempuan harus bekerja dan merawat rumah tangganya.
- Suku bangsa saya adalah Jawa. Keluarga ayah saya masih bersifat tradisional dan mengikuti adat istiadat. Misalnya ketika ada yang menikah, mereka harus mengikuti tradisi upacara pernikahan Jawa seperti siraman dan sungkem sebagai tanda hormat kepada orang tua masing-masing.
References:
- Power Point Binus Maya: Human Diversities; Language, Gender, Ethnicity, and Culture.
- Disaring dari Philosophy of language Wikipedia http://en.wikipedia.org/wiki/Philosophy_of_language (12/03/2014).
comments |
1 comments
