<meta name='google-adsense-platform-account' content='ca-host-pub-1556223355139109'/> <meta name='google-adsense-platform-domain' content='blogspot.com'/> <!-- --><style type="text/css">@import url(//www.blogger.com/static/v1/v-css/navbar/3334278262-classic.css); div.b-mobile {display:none;} </style> </head><body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/5535061034677715500?origin\x3dhttps://frankenthrones.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
drowning beneath the waves
Human Philosophical Reflections 1: Greece & Rome Philosophy - Changing Concepts of the Body and the Games
March 22, 2014

I. Greece Philosophy

Greek Influence
Perkembangan Yunani kebanyakan dipengaruhi dari kepercayaan dunia Barat tentang tubuh dan pendidikan jasmani. Seperti pengaruh Yunani dan Fenisia.

Terdapat dua sistem metafisik di Yunani, yaitu:
  • Naturalistik: kodrat manusia adalah rohani dan jasmani. Penekanan pada pencapaian keseimbangan yang diinginkan, pendidikan jasmani dan intelektual. Pandangan ini jauh lebih dikenal umum.
  • Anti naturalistik: kodrat manusia diciptakan oleh pikiran. Pikiran dijunjung tinggi dari tubuh dan pendidikan jasmani tidak dibutuhkan. 
Philosophical Positions: The Body
Dualisme: keberadaan manusia berdasarkan oleh dua keyakinan yaitu metafisik dan teologis. Socrates dan Plato memiliki implikasi yang besar dalam pendidikan jasmani. Pandangan ini memisahkan keberadaan manusia menjadi dua bagian yaitu pikiran dan tubuh. Sebagian besar dualis mementingkan pengembangan kemampuan intelektual dan fisik. Pikiran akan selalu terkait dengan tubuh, hanya kematian yang dapat memisahkan. 

Plato: View of Physical Education
Mendukung pendidikan ideal sebagai keselarasan pikiran dan tubuh.

Classical Humanism
Menekankan pada keberadaan manusia dan kesejahteraannya. Plato sifatnya tidak humanis, dia lebih menekankan pikiran daripada tubuh. Antropomorphis menyatakan bahwa dewa-dewa Yunani dianggap oleh manusia sebagai sesuatu yang ideal. Contohnya, dewa yang digambarkan dengan bentuk manusia dan mempunyai emosi atau motif dengan kekuatan alam seperti badai atau gempa bumi. 

Idealisme Yunani: Arete & Agon
Cita-cita atau idealisme yang dimiliki oleh setiap orang Yunani diantaranya adalah berdasarkan hal-hal dibawah ini:
  • Arete sifatnya sementara, hanya ketika individu sedang berjuang untuk mencapai sesuatu. Arete termasuk kebajikan, keterampilan, kecakapan, kebanggaan, keunggulan, keberanian dan bangsawan. Arete tidak hanya terbatas untuk para atlet tapi juga pada pegawai negeri, penyair, filsuf dan tentara.
  • Agon termasuk dalam kompetisi musik, puisi, berbicara di depan umum dan acara lainnya. Homer direferensikan sebagai tempat pertemuan dimana pertandingan atletik akan diadakan.
Greek Sport
1. Sejarah:
  • Kelahiran Olympic Games (776 SM).
  • Permainan Pemakaman menghormati almarhum dan senang Dewata.
  • Iklim di Yunani memungkinkan untuk sepanjang tahun aktivitas fisik.
2. Historical Perspective
  • Romantic view: pendekatan yang meliputi kenaikan dan penurunan. Tahun kemenangan pada tahun kelima dan keenam.
  • Traditional view: olahraga berevolusi dari permainan dijelaskan oleh Homer.
  • Modern sport historians: banyak yang bentuknya non traditionalists. Olahraga bertumbuh dari kontak dengan peradaban Yunani dan sekitarnya.
Athens and Sparta: A Tale of Two City-States
Athena dan Sparta merupakan bagian dari Yunani yang paling terkenal dan mempunyai kebudayaan yang sangat kontras. Athena berpusat pada kebudayaan dan pembelajaran. Athena dididik oleh keluarga mereka masing-masing. Kaum perempuan Athena tidak berpartisipasi seperti perempuan Spartan. 


Picture 1.1 Athena

Sparta berpusat pada kekuatan militer dengan masyarakatnya sebagai prajurit. Sparta sangat terobsesi dengan militer dan tujuan dari negara itu adalah untuk menghasilkan prajurit maka pendidikan fisik dianggap sangat serius. Kaum perempuan dari Spartan berpartisipasi dalam senam dan program kebugaran fisik dan olahraga. Mereka percaya bahwa kebugaran fisik dan pelatihan sangat berguna untuk kedua jenis kelamin. Perempuan Spartan berkompetisi di balapan kaki. 


Picture 1.2 Sparta

Dilaksanakan lomba atletik untuk menghormati istri Zeus (Hera) seperti lomba lari dengan menggunakan stadion yang sama di Olympia. Dan hakimnya juga sama (Hellanodikai).

Permainan berasal dari berbagai macam jenis festival, hari besar keagamaan yang diselenggarakan selama bertahun-tahun. Kontes atletik adalah aktivitas utama di festival seluruh Yunani, sejumlah isi stadion mencoba bertahan hidup. 

Ancient Olympic Games


Picture 1.3 Stadium di Olympia
Patung yang rumit dan bentuk-bentuk kesenian lainnya mulai dibangun. Yunani percaya bahwa kemengan (atletik, militer, etc) merupakan tahbisan dari para dewa. Olympia adalah lokasi yang suci dimana terjadi berbagai macam kemenangan. Kecurangan pernah terjadi di Olimpiade serta festival atletik lainnya didunia Yunani. Hanya kaum pria yang diizinkan untuk bersaing dan menonton sedangkan kaum wanita yang sudah menikah tidak diperbolehkan untuk menghadiri acara tersebut. Kompetisi non atletik biasanya berada pada bidang kesenian seperti filsafat, puisi, musik. Juara Olimpiade dapat disebut sebagai seorang pahlawan.

Plato, Aristoteles dan filsuf terkenal lainnya pernah berkumpul di Olympia. Permainan terkait dengan bantuan keagamaan pagan mungkin kemudiah telah berhet di beberapa lokasi. Olimpiade mungkin dilanjutkan di beberapa lokasi lain untuk sementara waktu.

II. Rome Philosophy

The Etruscans


Picture 2.1 Kaum Eutria


Kaum Etruria yang menetap di Etruria dikenal sebagai Tyrrhenians oleh orang Yunani. Mereka mencapai puncaknya di Italia dari 8 sampai abad ke-5 SM Herodotus. Eturia berasal dari Asia Kecil.




Etruscan rules: sekitar 600 SM untuk 509 SM Etruria yang tinggal di Italia tengah utara.

Para arkeologi menemukan makam penguburan. Pada tahun 1958, ditemukan makan yang berisi lukisan yang menggambarkan berbagai jenis olahraga. Makam tersebut dikenal sebagai Makam Olimpiade. Dan dengan seiringnya waktu, makam lain ditemukan. Ada makam yang menggambarkan jejak kaki, lomba melompat, diskusi, balap kereta, melompati rintangan kayu, berenang, senam dan pertempuran bersenjata. Patung yang menggambarkan pegulat pria dan wanita saling bersaing juga ditemukan. Patung tersebut menunjukkan bahwa pria dan wanita kaum Etruscan keduanya aktif dan berkompetisi melawan satu sama lain. Olahraga merupakan pekerjaan dan festival atletik merupakan hiburan.

Etruscan Sport
Cenderung menggunakan kekerasan dimana para tahanan digunakan sebagai korban untuk menghormati orang yang sudah meninggal. Para tahanan digunakan sebagai hiburan dengan bertempur sampai mati.

Kota Etruscan berpusat disekitar arena yang berfungsi sebagai tempat-tempat olahraga. Roma mengadopsi berbagai kebiasaan dan praktik Etruscan setelah menaklukkan mereka pada 509 SM.


Ancient Rome
  • Republik Romawi (didirikan setelah kemenangan atas Etruria 509 SM).
  • Kekaisaran Romawi (didirikan pada 27 SM). Dibagi dalam abad keempat M.
  • Empire Barat, berpusat di Roma, berlangsung sampai AD 476.
  • Empire Timur, berpusat di Konstantinopel (sekarang Istanbul), berlangsung sampai AD 1453.
Roman Emperor Nero
Dipengaruhi oleh kebudayaan Yunani dan mempunyai kepercayaan bahwa kejeniusan Yunani itu layak. Pada jaman ini, diadakan Olimpiade khusus untuk menghormatinya. Berkompetisi di kereta ras namun terjatuh tetapi dinyatakan sebagai pemenang. Kemenangannya dicabut oleh orang Yunani setelah kematiannya.

Roman & Greeks: Cultural Analysis
Roma tidak menjunjung tinggi nilai kecerdasan dan kebudayaan seperti Yunani. Mereka berfokus pada segala hal yang praktis (utilitarian) dibandingkan sesuatu yang estetika. Roma tidak memberikan kontribusi banyak dalam kemajuan filosofis dan ilmiah dibandingkan dengan Yunani. Kebanyakan Romawi tidak mempunyai keyakinan ‘holistik’ dalam pembangunan manusia.

Picture 2.2 Romawi adalah pembangun & insinyur besar

Roma adalah politeistik seperti Yunani. Pada dasarnya, dewa-dewa Romawi berasal dari dewa Yunani yang diberi nama Romawi. Selama Kekaisaran, beberapa Romawi menolak hal-hal yang berkaitan dengan mitologi dan mulai berpegangan pada agama Kristen.

Roman Beliefs
Agama Romawi sifatnya tidak terlalu berfokus pada roh. Jarang dilaksanakan upacara, misteri dan kekaguman. Keyakinan para Romawi sangat penting untuk perkembangan dan kelangsungan hidup masyarakatnya. Roma jauh lebih inklusif pada budaya lain selain budaya Yunani. 

Philosophic Orientation: the Cynics


Picture 2.3 Cynics


Sebuah kelompok yang berfokus pada pengarajaran Socrates. Mempunyai kepercayaan pada kepentingan karakter dan ketidakpedulian terhadap keadaan sekitar yang pada akhirnya mempengaruhi Stoics dan beberapa orang Kristen pertapa. Penderitaan, rasa sakit dan kemiskinan harus diabaikan.
Picture 2.4 Socrates




 No harm can come to a good man.”

Philosophic Orientation: the Stoics
Tidak seperti Plato dan Socrates, Stoics mempercayai tubuh atau jasmani. Indera yang dimiliki digunakan untuk memperoleh pengetahuan. Menolak metafisika dan mengklaim agama tentang moralitas. Memiliki penekanan pada pencapaian kebahagiaan pribadi melalui perilaku pribadi yang positif apapun yang menjadi rintangannya. 

Picture 2.5 Stoics
Epicureans

  • Menolak metafisika dan agama pada perilaku seseorang (hampir sama dengan Stoicisme) dan menentang idealisme. Mengembangkan individu yang berkebudayaan dan menemukan kebahagiaan lewat pemikiran mereka. 
Picture 2.6 Marcus Tullius Cicero: orator dan filsuf besar



Menantang politik etis dari Julius Caesar dan diusir dari Roma karena kritiknya. Dia menjadi kritik pada arena olahraga yang mewakili sebagian besar masalah sosial Romawi. Dipengaruhi oleh filsuf Yunani; Antiokhus yang prihatin dengan etika dan perkembangan optimal pikiran dan tubuh. 










Roman Sport: Change Over Time
  • Republik awal: orang-orang sehat secara fisik dan aktif terlibat dalam kontes atletik tetapi tidak tertarik dalam kompetisi atletik gaya Yunani. Kelas atas mengembangkan permainan bola, pijat dan Thermae (kolam permandian). Beberapa Romawi kaya menerima konsep senam kesehatan Yunani dan memuliakan dewa-dewa mereka melalui kegiatan fisik seperti lomba lari, permainan bola, gulat.
  • Era Kekaisaran: orang-orang kurang tertarik pada kebugaran fisik pribadi dan atletis Yunani tidak dihargai oleh militer utilitarian Roma. Roma menjadi bangsa penonton yang menikmati hiburan massa dan pembantaian. Permainan dan olahraga tidak memfasilitasi pendidikan jasmani seperti yang dilakukan di Yunani.
Roman Sport and the Military
Para calon prajurit dilatih untuk menjadi prajurit yang patuh, taat dan disiplin. Legions ditakuti diseluruh dunia kuno dan filsafat Stoic mendukung sistem militer ini.

Roman Science

Picture 2.7 Claudius Galen


Claudius Galen disebut sebagai bapak kedokteran olahraga yang belajar kedokteran sejak dia berumur 17 tahun. Dia mempraktekan pembelajarannya pada gladiator.







Orang pertama yang menerapkan obat-obatan dan biomekanik untuk latihan dan dia menentang para atlet profesional. Dia sepihak dengan Yunani tentang “moderasi dalam segala hal”.
Picture 2.8 Claudius mengobati seorang gladiator yang terluka
Women & Sport
  • Peran para kaum perempuan dalam nilai hiburan tidak dianggap serius dan jarang didokumentasikan dibandingkan dengan peran kaum laki-laki. Kompetisi atletik adalah domain dari laki-laki Romawi. Perempuan biasanya berpartisipasi dalam berenang, menari, permainan bola dan Thermae.
  • Romanized Olimpiade pernah melaksanakan gulat dan kontes lari untuk perempuan. Ditemukan juga sebuah bukti arkeologis bahwa perempuan pernah berkompetisi sebagai gladiator. 

Games & Spectacles
Hari libur keagamaan menjadi festival dimana terdapat 53 hari libur di 173 SM dan hampir 200 di 300 AD. Festival tersebut mengadakan permainan seperti perkelahian gladiator, kuda dan kereta ras, dan berbagai bentuk lain dari pertempuran. 

1. Flavian Amphitheater (Colosseum)

Picture 2.9 Colosseum

Merupakan arena tempat melaksanakan pertempuran pada festival di hari libur. Memuat ruang cukup untuk 50.000 penonton. Biasanya dilaksanakan pertunjukkan seperti perkelahian hewan, pria dan wanita dilemparkan ke hewan, pertempuran gladiator sampai titik terakhir dan pertempuran masa juga pernah diadakan. Kaisar Claudius membanjiri Colosseum dan memerintahkan 19.000 budak ke dalam kapal.

2. Circus Maximus

Picture 2.10 Pacuan kuda Circus Maximus

Merupakan pertunjukkan pacuan kuda utama di Roma. Kereta-kereta saling berbalapan dan gladiator berperang didepan 250 ribu penonton. 




3. Gladiators


Picture 2.11 Pertandingan Gladiator



Para partisipan yang bertempur dalam permainan gladiator merupakan penjahat atau budak yang sudah dilatih, namun ada juga beberapa pria yang bersukarela untuk mengikuti acara ini.





4 kelas utama dalam gladiator Thracian, Samnite, Retiarius, Murmillo. Mereka berpakaian sebagai musuh Romawi dan berkelahi sampai mati. Mereka mengambil sumpah untuk dibakar dengan api, dibelenggu dengan rantai, dikocok dengan batang dan dibunuh dengan baja.

Pompeii: sekolah pelatihan gladiator yang terbaik.

Sport and Christianity
Pertumbuhan kekristenan memberikan dampak dalam olahraga. Orang Kristen cenderung menghindari olahraga dan permainan tetapi mereka hadir untuk menonton dan berjudi pada peristiwa tersebut. Kekaisaran Kristen mengadopsi kereta balap yang populer dari Roma. Festival atletik Yunani dan Romawi berakhir dengan kehancuran Roma pada 410 AD.

Greek Reaction to Roman Sport
Banyak orang Yunani yang menentang pengenalan olahraga Romawi. Beberapa kaisar menyukai Olimpiade dan menghabiskan uangnya untuk mengembalikan tempat atletik Yunani seperti Olympia. Kontes gladiator dipentaskan di Yunani pada abad pertama masehi. 

III. Philosophy, Sport & Physical Education During the Middle Ages: 900-1400
General History
  • Dark Ages: setelah jatuhnya Roma (476 M) sampai 900 M. Runtuhnya Roma dan awal Dark Ages menyebabkan kekacauan. Banyak masyarakat kota yang mencari perlindungan dari bangsawan yang kuat. Perdagangan dan administrasi publik yang dikembangkan oleh Roma menghilang selama Dark Ages. Kastil dan kota-kota berdinding dirancang oleh orang-orang yang putus asa dan membutuhkan perlindungan. 
  • Abad Pertengahan (Medieval): dari 900 AD ke awal Italian Renaissance, abad ke 14.

Impact of Christianity
Gereja Kristen merupakan lembaga satu-satunya yang tersisa setelah jatuhnya Kekaisaran Romawi. Mereka menyediakan simbol stabilitas dan ketertiban di tengah-tengah ketakutan. 

Picture 3.1 Gereja Kristen
Teologi gereja:
Epistemologi: berdasarkan pada iman mutlak dan keyakinan kepastian wahyu ilahi, yaitu Tuhan secara langsung yang mengungkapkan kebenaran melalui doa dan kitab suci. Menjanjikan surga bagi semua orang yang mengikuti ajaran-ajarannya. Hal tersebut merupakan hal yang dipandang baik bagi orang-orang Dark Ages dan Abad Pertengahan.


Christianity & Greek Philosophy
Filsuf pada masa Abad Pertengahan tidak memiliki akses yang banyak ke sumber sastra. Karya-karya Yunani yang digunakan kebanyakan milik Plato dan Aristoteles. Mereka tertarik pada pertanyaan-pertanyaan metafisik yang sama seperti Krsiten, seperti tentang keberadaan jiwa, personifikasi dan kepercayaan kepada Tuhan, sifat keberadaan dan sistem etika.
  • Tertullian: menuntut malu tubuh. Menentang mengakui filsafat Yunani pagan. Dia dan para pengikutnya merupakan bagian minoritas.
  • Platonisme: didukung oleh para pemikir Kristen sebagai persiapan intelektual bagi keKristenan.
Filsafat dan teologi mempunyai titik tolak yang berbeda. Filosofi berdasarkan pada penyelidikan yang berasalan sedangkan teologi berdasasrkan pada iman.

Philosophical Positions of The Body
  • Biblical Jesus: kesempurnaan dalam tubuh, pikiran dan jiwa. Posisi filosofi tubuh muncul dari teologi. Tuhan menciptakan alam semesta, pria dan wanita, pikiran dan tubuh. Tersirat tubuh dan jiwa yang baik.
  • Ortodoks: menolak gagasan bahwa tubuh adalah jahat. Penyakit pes menghancurkan Eropa pada abad ke 14, jutaan orang meninggal. Menurut gereja, wabah tersebut merupakan tanda dari Tuhan. Tubuh adalah “messenger of death”.

Philosophical Positions of The Body: Middle Ages
  • Dualisme asketis: perpaduan filsafat Plato & sejarah Kristen dan pemikiran keagamaan lainnya. Berusaha untuk memurnikan jiwa dan menolak segala macam bentuk kesenangan.
  • Skolastik: melihat hubungan erat antara pikiran dan tubuh. 
Thomas Aquinas (1255 - 1274)

Picture 3.2 Thomas Aquinas


  • Memeluk kebugaran fisik dan hiburan sebagai suatu hal yang positif untuk mempromosikan sosial dan moral kesejahteraan.
  • Mengatakan bahwa kecerdasan sebagaian bergantung pada tingkat kebugaran fisik individu.
  • Percaya bahwa kita dapat mengetahui hal-hal melalui tubuh kita serta melalui pikiran. Pikiran sifatnya lebih unggul daripada tubuh.


  • Sependapat dengan Aristoteles: manusia merupakan komposit integral dari tubuh dan jiwa. Jiwa memerlukan tubuh untuk memperoleh pengetahuan. Tidak percaya bahwa tubuh adalah utusan kematian. 
Maimonides: dokter Yahudi.

Picture 3.3 Maimonides





“Nothing is more useful for the preservation of health than physical exercise".








St. Bonaventure: scholastic.

Picture 3.4 St. Bonaventure






Menyatakan bahwa jiwa tidak dipenjarakan oleh tubuh. Setiap individu hadir sebagai kesatuan tubuh dan jiwa.










Holidays & Ball Games
Kehidupan para budak sangat sulit. Mereka memiliki rumah tapi bekerja tanah sebagai sewa untuk perlindungan. Rekreasi hanya pada hari Minggu setelah gereja. Budak berpartisipasi dalam permainan dan hiburan.


Games of the Middle Ages
Permainan bola cenderung kasar dan mempunyai aturan yang lemah.
Soule adalah permainan yang menyerupai sepak bola dan dimainkan oleh para budak.
Permainan lainnya diantaranya adalah versi awal dari hoki, baseball dan bowling/kegel serta balap kuda. Sepak bola inggris mendapatkan popularitasnya di London.


Medieval Social Structure
Hirarki bangsawan mulai bermunculan. Hubungan feodal berdasarkan kesetiaan militer untuk seorang raja lokal, sebagai perlindungan. Raja sering memiliki pengawal atau pengikut. Mobilitas sosial menjadi sangat terbatas selama era ini berlangsung. 

Aristocratic Sport
Berdasarkan pada permainan perang.
  • Turnamen (joust): periode-gala sosial dan rekreasi yang paling terkenal.
  • Joust: penunggang kuda berusaha untuk menjatuhkan satu dengan yang lainnya.
  • Turnamen Medieval: perayaan tatanan sosial. Berevolusi dari free-for-all menjadi pemerintahan.
  • Melee: sekelompok ksatria bertempur dengan hand-to-hand.

Medieval Concepts of Health
  • Galen melanjutkan karya Hippocrates. Ditemukan pengetahuan yang lebih luas mengenai anatomi dan fisiologi.
  • Diyakini teori humor kesehatan: tubuh terdiri dari empat cairan yaitu darah, dahak, empedu kuning dan empedu hitam. Kesehatan melibatkan keseimbangan humor ini. Teori humor ini menjelaskan tahap kehidupan kepribadian, suasana hati dan penyakit. Bahan herbal, mineral dan hewan digunakan untuk mengobati ketidakseimbangan humoral.
  • Orang Kristen diberikan pekerjaan untuk melakukan pengobatan penyakit melalui ritual keagamaannya. Mereka berdoa kepada orang-orang kudus untuk campur tangan, jimat dan mantera. 
Reflection:
  • Menurut teori Plato tentang pandangan pendidikan fisik, dia menyatakan bahwa adanya keselarasan antara tubuh dan pikiran. Menurut saya, hal itu benar karena dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, ketika saya mempunyai suatu tujuan dan menyusun strategi-strategi untuk pencapaiannya dengan pikiran. Tubuh akan dijadikan sebagai fasilitas untuk menjalani strategi-strategi yang sudah disusun. Ketika tujuan tersebut sudah tercapai, maka adanya bentuk keselarasan antara tubuh dan pikiran. 
  • Konsep Galen tentang teori humor kesehatan juga dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari dimana ketika keadaan jiwa kita sedang bersukacita, hal tersebut dapat meningkatkan kesehatan tubuh kita.
References:
- Mechikoff & Estes, A History and Philosophy of Sport and Physical Education, Fourth Edition © 2006, The McGraw-Hill Companies, Inc.
- Disaring dari "Who Were the Etruscans?" di http://ancienthistory.about.com/od/etruscans/f/Etruscans.htm (22/03/2014)


Blogger Unknown said...

isi yang disajikan sudah bagus dan menarik, juga tampilan di blog anda sudah rapih :)

 
Anonymous Ariando Kevin said...

Sungguh lengkap, serta dengan foto. Big applause.

 
Blogger Unknown said...

deatiled information about the topics. Now here's a question that bugged my mind. what do you think is the cause of Athen females not to participate in sport events unlike Spartan females? is it because of their culture that doesn't allow Athen females to show aggressiveness and demand them to show soft attitudes? or is it because those events were not documeneted due to the fact that women at this era are inferior to men.

 
Blogger Bernadette Nathania said...

@Afifah Azizah: Actually, it's because women in ancient Sparta were reared much like the boys, including physical fitness training. For example, when they were young, they have physical training such as running around nude alongside the boys, competed in gymnastics, wrestling, foot and horse races. All of those in public's view. So I personally think it's because of their own cultures.

 

Post a Comment

Newer›  ‹Older