I. Greece Philosophy
- Naturalistik: kodrat manusia adalah rohani dan jasmani. Penekanan pada pencapaian keseimbangan yang diinginkan, pendidikan jasmani dan intelektual. Pandangan ini jauh lebih dikenal umum.
- Anti naturalistik: kodrat manusia diciptakan oleh pikiran. Pikiran dijunjung tinggi dari tubuh dan pendidikan jasmani tidak dibutuhkan.
Classical Humanism
Menekankan pada keberadaan manusia dan kesejahteraannya. Plato sifatnya tidak humanis, dia lebih menekankan pikiran daripada tubuh. Antropomorphis menyatakan bahwa dewa-dewa Yunani dianggap oleh manusia sebagai sesuatu yang ideal. Contohnya, dewa yang digambarkan dengan bentuk manusia dan mempunyai emosi atau motif dengan kekuatan alam seperti badai atau gempa bumi.
- Arete sifatnya sementara, hanya ketika individu sedang berjuang untuk mencapai sesuatu. Arete termasuk kebajikan, keterampilan, kecakapan, kebanggaan, keunggulan, keberanian dan bangsawan. Arete tidak hanya terbatas untuk para atlet tapi juga pada pegawai negeri, penyair, filsuf dan tentara.
- Agon termasuk dalam kompetisi musik, puisi, berbicara di depan umum dan acara lainnya. Homer direferensikan sebagai tempat pertemuan dimana pertandingan atletik akan diadakan.
- Kelahiran Olympic Games (776 SM).
- Permainan Pemakaman menghormati almarhum dan senang Dewata.
- Iklim di Yunani memungkinkan untuk sepanjang tahun aktivitas fisik.
- Romantic view: pendekatan yang meliputi kenaikan dan penurunan. Tahun kemenangan pada tahun kelima dan keenam.
- Traditional view: olahraga berevolusi dari permainan dijelaskan oleh Homer.
- Modern sport historians: banyak yang bentuknya non traditionalists. Olahraga bertumbuh dari kontak dengan peradaban Yunani dan sekitarnya.
![]() |
| Picture 1.1 Athena |
![]() |
| Picture 1.2 Sparta |
Dilaksanakan lomba atletik untuk menghormati istri Zeus (Hera) seperti lomba lari dengan menggunakan stadion yang sama di Olympia. Dan hakimnya juga sama (Hellanodikai).
Ancient Olympic Games
![]() |
| Picture 1.3 Stadium di Olympia |
II. Rome Philosophy
The Etruscans
![]() |
| Picture 2.1 Kaum Eutria |
Kaum Etruria yang menetap di Etruria dikenal sebagai Tyrrhenians oleh orang Yunani. Mereka mencapai puncaknya di Italia dari 8 sampai abad ke-5 SM Herodotus. Eturia berasal dari Asia Kecil.
Para arkeologi menemukan makam penguburan. Pada tahun 1958, ditemukan makan yang berisi lukisan yang menggambarkan berbagai jenis olahraga. Makam tersebut dikenal sebagai Makam Olimpiade. Dan dengan seiringnya waktu, makam lain ditemukan. Ada makam yang menggambarkan jejak kaki, lomba melompat, diskusi, balap kereta, melompati rintangan kayu, berenang, senam dan pertempuran bersenjata. Patung yang menggambarkan pegulat pria dan wanita saling bersaing juga ditemukan. Patung tersebut menunjukkan bahwa pria dan wanita kaum Etruscan keduanya aktif dan berkompetisi melawan satu sama lain. Olahraga merupakan pekerjaan dan festival atletik merupakan hiburan.
Etruscan Sport
- Republik Romawi (didirikan setelah kemenangan atas Etruria 509 SM).
- Kekaisaran Romawi (didirikan pada 27 SM). Dibagi dalam abad keempat M.
- Empire Barat, berpusat di Roma, berlangsung sampai AD 476.
- Empire Timur, berpusat di Konstantinopel (sekarang Istanbul), berlangsung sampai AD 1453.
Roma adalah politeistik seperti Yunani. Pada dasarnya, dewa-dewa Romawi berasal dari dewa Yunani yang diberi nama Romawi. Selama Kekaisaran, beberapa Romawi menolak hal-hal yang berkaitan dengan mitologi dan mulai berpegangan pada agama Kristen.
Agama Romawi sifatnya tidak terlalu berfokus pada roh. Jarang dilaksanakan upacara, misteri dan kekaguman. Keyakinan para Romawi sangat penting untuk perkembangan dan kelangsungan hidup masyarakatnya. Roma jauh lebih inklusif pada budaya lain selain budaya Yunani.
Philosophic Orientation: the Cynics
![]() |
| Picture 2.3 Cynics |
![]() |
| Picture 2.4 Socrates |
“No harm can come to a good man.”
Philosophic Orientation: the Stoics
![]() |
| Picture 2.5 Stoics |
- Menolak metafisika dan agama pada perilaku seseorang (hampir sama dengan Stoicisme) dan menentang idealisme. Mengembangkan individu yang berkebudayaan dan menemukan kebahagiaan lewat pemikiran mereka.
![]() |
| Picture 2.6 Marcus Tullius Cicero: orator dan filsuf besar |
Menantang politik etis dari Julius Caesar dan diusir dari Roma karena kritiknya. Dia menjadi kritik pada arena olahraga yang mewakili sebagian besar masalah sosial Romawi. Dipengaruhi oleh filsuf Yunani; Antiokhus yang prihatin dengan etika dan perkembangan optimal pikiran dan tubuh.
Roman Sport: Change Over Time
- Republik awal: orang-orang sehat secara fisik dan aktif terlibat dalam kontes atletik tetapi tidak tertarik dalam kompetisi atletik gaya Yunani. Kelas atas mengembangkan permainan bola, pijat dan Thermae (kolam permandian). Beberapa Romawi kaya menerima konsep senam kesehatan Yunani dan memuliakan dewa-dewa mereka melalui kegiatan fisik seperti lomba lari, permainan bola, gulat.
- Era Kekaisaran: orang-orang kurang tertarik pada kebugaran fisik pribadi dan atletis Yunani tidak dihargai oleh militer utilitarian Roma. Roma menjadi bangsa penonton yang menikmati hiburan massa dan pembantaian. Permainan dan olahraga tidak memfasilitasi pendidikan jasmani seperti yang dilakukan di Yunani.
![]() |
| Picture 2.7 Claudius Galen |
Orang pertama yang menerapkan obat-obatan dan biomekanik untuk latihan dan dia menentang para atlet profesional. Dia sepihak dengan Yunani tentang “moderasi dalam segala hal”.
![]() |
| Picture 2.8 Claudius mengobati seorang gladiator yang terluka |
- Peran para kaum perempuan dalam nilai hiburan tidak dianggap serius dan jarang didokumentasikan dibandingkan dengan peran kaum laki-laki. Kompetisi atletik adalah domain dari laki-laki Romawi. Perempuan biasanya berpartisipasi dalam berenang, menari, permainan bola dan Thermae.
- Romanized Olimpiade pernah melaksanakan gulat dan kontes lari untuk perempuan. Ditemukan juga sebuah bukti arkeologis bahwa perempuan pernah berkompetisi sebagai gladiator.
![]() |
| Picture 2.9 Colosseum |
Merupakan arena tempat melaksanakan pertempuran pada festival di hari libur. Memuat ruang cukup untuk 50.000 penonton. Biasanya dilaksanakan pertunjukkan seperti perkelahian hewan, pria dan wanita dilemparkan ke hewan, pertempuran gladiator sampai titik terakhir dan pertempuran masa juga pernah diadakan. Kaisar Claudius membanjiri Colosseum dan memerintahkan 19.000 budak ke dalam kapal.
![]() |
| Picture 2.10 Pacuan kuda Circus Maximus |
![]() |
| Picture 2.11 Pertandingan Gladiator |
Pertumbuhan kekristenan memberikan dampak dalam olahraga. Orang Kristen cenderung menghindari olahraga dan permainan tetapi mereka hadir untuk menonton dan berjudi pada peristiwa tersebut. Kekaisaran Kristen mengadopsi kereta balap yang populer dari Roma. Festival atletik Yunani dan Romawi berakhir dengan kehancuran Roma pada 410 AD.
Greek Reaction to Roman Sport
III. Philosophy, Sport & Physical Education During the Middle Ages: 900-1400
General History
- Dark Ages: setelah jatuhnya Roma (476 M) sampai 900 M. Runtuhnya Roma dan awal Dark Ages menyebabkan kekacauan. Banyak masyarakat kota yang mencari perlindungan dari bangsawan yang kuat. Perdagangan dan administrasi publik yang dikembangkan oleh Roma menghilang selama Dark Ages. Kastil dan kota-kota berdinding dirancang oleh orang-orang yang putus asa dan membutuhkan perlindungan.
- Abad Pertengahan (Medieval): dari 900 AD ke awal Italian Renaissance, abad ke 14.
![]() |
| Picture 3.1 Gereja Kristen |
- Tertullian: menuntut malu tubuh. Menentang mengakui filsafat Yunani pagan. Dia dan para pengikutnya merupakan bagian minoritas.
- Platonisme: didukung oleh para pemikir Kristen sebagai persiapan intelektual bagi keKristenan.
- Biblical Jesus: kesempurnaan dalam tubuh, pikiran dan jiwa. Posisi filosofi tubuh muncul dari teologi. Tuhan menciptakan alam semesta, pria dan wanita, pikiran dan tubuh. Tersirat tubuh dan jiwa yang baik.
- Ortodoks: menolak gagasan bahwa tubuh adalah jahat. Penyakit pes menghancurkan Eropa pada abad ke 14, jutaan orang meninggal. Menurut gereja, wabah tersebut merupakan tanda dari Tuhan. Tubuh adalah “messenger of death”.
- Dualisme asketis: perpaduan filsafat Plato & sejarah Kristen dan pemikiran keagamaan lainnya. Berusaha untuk memurnikan jiwa dan menolak segala macam bentuk kesenangan.
- Skolastik: melihat hubungan erat antara pikiran dan tubuh.
![]() |
| Picture 3.2 Thomas Aquinas |
- Memeluk kebugaran fisik dan hiburan sebagai suatu hal yang positif untuk mempromosikan sosial dan moral kesejahteraan.
- Mengatakan bahwa kecerdasan sebagaian bergantung pada tingkat kebugaran fisik individu.
- Percaya bahwa kita dapat mengetahui hal-hal melalui tubuh kita serta melalui pikiran. Pikiran sifatnya lebih unggul daripada tubuh.
- Sependapat dengan Aristoteles: manusia merupakan komposit integral dari tubuh dan jiwa. Jiwa memerlukan tubuh untuk memperoleh pengetahuan. Tidak percaya bahwa tubuh adalah utusan kematian.
![]() |
| Picture 3.3 Maimonides |
St. Bonaventure: scholastic.
![]() |
| Picture 3.4 St. Bonaventure |
Menyatakan bahwa jiwa tidak dipenjarakan oleh tubuh. Setiap individu hadir sebagai kesatuan tubuh dan jiwa.
- Turnamen (joust): periode-gala sosial dan rekreasi yang paling terkenal.
- Joust: penunggang kuda berusaha untuk menjatuhkan satu dengan yang lainnya.
- Turnamen Medieval: perayaan tatanan sosial. Berevolusi dari free-for-all menjadi pemerintahan.
- Melee: sekelompok ksatria bertempur dengan hand-to-hand.
- Galen melanjutkan karya Hippocrates. Ditemukan pengetahuan yang lebih luas mengenai anatomi dan fisiologi.
- Diyakini teori humor kesehatan: tubuh terdiri dari empat cairan yaitu darah, dahak, empedu kuning dan empedu hitam. Kesehatan melibatkan keseimbangan humor ini. Teori humor ini menjelaskan tahap kehidupan kepribadian, suasana hati dan penyakit. Bahan herbal, mineral dan hewan digunakan untuk mengobati ketidakseimbangan humoral.
- Orang Kristen diberikan pekerjaan untuk melakukan pengobatan penyakit melalui ritual keagamaannya. Mereka berdoa kepada orang-orang kudus untuk campur tangan, jimat dan mantera.
- Menurut teori Plato tentang pandangan pendidikan fisik, dia menyatakan bahwa adanya keselarasan antara tubuh dan pikiran. Menurut saya, hal itu benar karena dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, ketika saya mempunyai suatu tujuan dan menyusun strategi-strategi untuk pencapaiannya dengan pikiran. Tubuh akan dijadikan sebagai fasilitas untuk menjalani strategi-strategi yang sudah disusun. Ketika tujuan tersebut sudah tercapai, maka adanya bentuk keselarasan antara tubuh dan pikiran.
- Konsep Galen tentang teori humor kesehatan juga dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari dimana ketika keadaan jiwa kita sedang bersukacita, hal tersebut dapat meningkatkan kesehatan tubuh kita.



















