<meta name='google-adsense-platform-account' content='ca-host-pub-1556223355139109'/> <meta name='google-adsense-platform-domain' content='blogspot.com'/> <!-- --><style type="text/css">@import url(//www.blogger.com/static/v1/v-css/navbar/3334278262-classic.css); div.b-mobile {display:none;} </style> </head><body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/5535061034677715500?origin\x3dhttps://frankenthrones.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
drowning beneath the waves
Human Realities: Research in Psychology (slide 189-211)
March 06, 2014

1. Metode Ilmiah
Pendekatan yang digunakan oleh para psikologis, untuk secara sistematis memperoleh pengetahuan dan memahami perilaku dan fenomena lainnya yang menarik. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.

Ada 4 tahap utama dalam metode ilmiah:
  1. Mengidentifikasi pertanyaan dari apa yang diteliti.
  2. Menyusun penjelasan.
  3. Menampilkan hasil penelitian untuk mendukung penjelasan.
  4. Membahas ulang hasil penelitian.
  • Teori: membantu kita menjelaskan dan memprediksi hasil penelitian yang kita teliti.
  • Hipotesis: sebuah penjelasan yang diusulkan dibuat atas dasar bukti yang terbatas sebagai titik awal untuk penyelidikan lebih lanjut.
  • Operational Definition: hipotesis diubah menjadi sesuatu yang lebih spesifik agar dapat diuji, diukur dan diobservasi.
2. Penelitian dalam Psikologi
Penelitian: penyelidikan sistematis yang bertujuan untuk menelusuri pengetahuan baru.

Ada 3 tipe penelitian dalam psikologi, diantaranya adalah:
I. Penelitian Deskriptif

  • Archival Research
Data-data yang sudah ada seperti hasil sensus, kliping surat kabar, dokumen-dokumen digunakan untuk menguji hipotesis. Penelitian arsip umumnya lebih kompleks dan memakan waktu lebih lama daripada penelitian dari perpustakaan dan internet karena kita harus mengidentifikasi, menemukan dan menafsirkan dokumen yang relevan.


Picture 1.1 Contoh Catatan Kuliah




    Contoh: Melihat catatan kuliah mengenai nilai para mahasiswa untuk melihat apakah ada perbedaan jenis kelamin dalam prestasi akademik.






    • Naturalistic Observation

    Peneliti melakukan pengamatan terhadap perilaku yang terjadi secara alami, namun tidak melakukan perubahan apa-apa terhadap perilaku tersebut.
    Contoh: Melakukan pengamatan dikelas untuk melihat seberapa sering siswa laki-laki berbicara di kelas, dibandingkan dengan seberapa sering siswa perempuan berbicara.
    • Survey Research
    Sekelompok orang dipilih untuk merepresentasikan suatu kelompok orang yang lebih besar, untuk ditanyai pertanyaan tentang perilaku, pikiran & sikap.


    Picture 1.2 Contoh Pengisian Kuesioner


    Contoh: Memilih sekelompok sampel orang untuk mengisi kuesioner tentang kebiasaan belajar dan prestasi mereka.




    • Case Study
    Investigasi intensif terhadap individual atau grup kecil. Penelitian ini sulit di generalisasikan karena berdasarkan personal setiap individual.


    Picture 1.3 Contoh Case Study di Rumah Sakit terhadap sebuah group kecil


    II. Penelitian Korelasional
    Penelitian yang digunakan untuk melihat hubungan antara dua variabel.
    Penelitian korelasional dapat menunjukkan bahwa ada hubungan antara dua variabel, namun tidak dapat membuktikan bahwa satu variabel menyebabkan perubahan variabel lain. Dengan kata lain, penelitian korelasional tidak menunjukkan sebab-akibat.

    Contoh:

    Picture 1.4 Penelitian Korelasional


    III. Penelitian Eksperimental
    Peneliti menginvestigasi hubungan antara dua variabel atau lebih dengan mengubah satu variabel menjadi variabel yang terkontrol dan mengamati perubahan pada situasi tersebut. Peneliti mampu memanipulasi situasi dalam penelitian ini.

    Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penelitian eksperimental:
    • Independent variable: variable yang mampu berdiri sendiri atau variable bebas, variable yang dikontrol oleh peneliti.
    • Dependent variable: variable yang terikat, variable yang mau diukur.
    • Experimental group: kelompok yang akan diberi tindakan pada saat penelitian.
    • Control group: kelompok yang tidak diberi tindakan pada saat penelitian.
    • Random Assignment: setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk terpilih masuk ke dalam experimental group atau control group.
    • Meta-analysis: mengacu pada metode yang berfokus pada perbedaan dan menggabungkan hasil dari studi yang berbeda, dengan harapan dapat mengidentifikasi pola antara hasil studi, sumber ketidaksepakatan di antara hasil tersebut, atau hubungan menarik lainnya yang mungkin terungkap dalam konteks berbagai penelitian.
    Hasil yang signifkan dari penelitian eksperimental adalah menggunakan analisis statistik. Para peneliti menentukan apakah perbedaan angka itu merupakan perbedaan yang nyata atau hanya kebetulan. 

    Ancaman terhadap validitas eksperimental: 

    • Experimental bias: faktor yang mendistorsi cara variabel independen mempengaruhi variabel dependen dalam percobaan.
    • Experimenter expectations: peneliti mempunyai harapan mengenai hasil penelitian mereka terhadap para subject yang menyebabkan peneliti mengubah perilaku mereka agar sesuai dengan harapan.
    • Participant expectations: para subject merupakan interpretasi dari tujuan percobaan dan secara tidak sadar mengubah perilaku mereka agar sesuai dengan interpretasi tersebut.
    • Placebo: mengacu pada fenomena dimana beberapa orang mengalami sesuatu (yang mendukung penelitian) setelah diberi placebo. Placebo tersebut biasanya berupa air, larutan garam atau pil gula.

    Etika dalam penelitian psikologi:
    1. Informed Consent: semua subject penelitian sudah membuat persetujuan dengan peneliti dan peneliti sudah memberikan penjelasan yang jelas tentang apa yang akan dilakukan.
    2. Confidentiality: menjaga kerahasiaan dari semua hasil atau data.
    3. Debriefing: setelah penelitian, peneliti memberi tahu tentang tujuan dan metode apa saja yang sebenarnya dilakukan saat penelitian berlangsung (apabila melakukan deception).
    4. Deception: memanipulasi situasi saat informed consent. 
    Haruskah Hewan Digunakan dalam Penelitian?
    Prosedur yang menyebabkan hewan kesulitan diperbolehkan hanya jika prosedur alternatif tidak tersedia dan ketika penelitian ini dibenarkan oleh nilai prospektif. Para peneliti diminta untuk menjanjikan kesejahteraan psikologis dari beberapa hewan penelitian, seperti primata. 

    Berpikir kritis mengenai penelitian meliputi hal-hal yang dapat dipertimbangkan seperti tujuan dari penelitian, seberapa baik penelitian tersebut dilakukan dan apakah hasil yang disajikan dari penelitian tersebut memuaskan.

    Reflection:
    Karena saya masih baru memulai studi Psikologi, maka saya belum banyak melakukan penelitian. Tetapi untuk kepentingan pribadi, saya pernah membuat angket untuk survey tentang apa yang diinginkan oleh pembaca buku fiksi di jaman sekarang. Saya mengambil sample secara random dari teman-teman saya di dalam dan di luar negeri untuk mewakili pembaca buku fiksi di seluruh dunia.

    References: 
    - Santrock, John W. (2011). Life Span Development. New York : McGraw Hill.
    - Power Point Binus Maya: Human Realities in the light of Sociology, Anthropology, Philosophical Anthropology, and Psychology (Halaman 189-211)
    - Disaring dari Psychology: Complete Guide to Psychology for Students, Educators & Enthusiasts. 1996. http://psychology.about.com (06/03/2014)



    Anonymous Mochammad Erdy Edbert said...

    untuk artikel yang kedua saya bilang sudah semakin bagus dari artikel yang pertama.

     
    Anonymous Sandy Putra said...

    Penelitian yang ditulis di blog ini sungguh berdasar dari penelitian yang men-detail. Saya sungguh bangga dengan anda sebagai sesama filosofer!

     

    Post a Comment

    Newer›  ‹Older