<meta name='google-adsense-platform-account' content='ca-host-pub-1556223355139109'/> <meta name='google-adsense-platform-domain' content='blogspot.com'/> <!-- --><style type="text/css">@import url(//www.blogger.com/static/v1/v-css/navbar/3334278262-classic.css); div.b-mobile {display:none;} </style> </head><body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/5535061034677715500?origin\x3dhttps://frankenthrones.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
drowning beneath the waves
Human Socialities: Socialization, Social Interaction & Social Mobility
April 12, 2014

I. Socialization

1. The Role of Socialization
Interaksi hereditas dan bentuk lingkungan mempengaruhi perkembangan manusia.
Melihat pengaruh hereditas menurut test intelegensi terhadap identical twins:
Ketika kembar dibesarkan secara terpisah dalam pengaturan sosial, maka skor yang diperoleh akan sama. Sedangkan, ketika kembar dibesarkan secara terpisah dalam pengaturan sosial yang dramatis, maka skor yang diperoleh sangat berbeda.

2. The Self & Socialization
Pendekatan sosial kepada diri sendiri.
  • Self: identitas yang berbeda yang membedakan suatu individual dengan yang lainnya.
  • Cooley: Looking-Glass Self mengatakan bahwa kita belajar siapa diri kita lewat interaksi dengan orang lain. Pandangan kita tentang diri kita berasal dari kontemplasi kualitas pribadi dan kesan kita tentang bagaimana orang lain memandang kita.  
Mead: Stages of the Self
  • Play stage: perkembangan kemampuan anak melalui hal-hal yang simbolik.
  • Game stage: mempertimbangkan beberapa tugas yang sebenarnya dan hubungan simultan.
  • Prepatory stage: anak melakukan imitasi terhadap orang-orang sekitarnya.
Sociological Approaches to the Self
  • Mead: Stages of the Self
Diri dimulai sebagai suatu hal yang istimewa dan mempunyai posisi disentral dalam dunia seseorang. Semakin bertumbuh dewasa, diri akan berubah dan mulai mencerminkan perhatian yang lebih besar terhadap orang lain.
Simbol: gerakan, benda, dan bahasa yang membentuk dasar komunikasi manusia.
Pengambilan Peran: proses mental dengan asumsi perspektif lain.
Hal-hal Lain yang Disamaratakan: sikap, pandangan, dan harapan masyarakat secara keseluruhan bahwa anak memperhitungkan.
Hal Signifikan Lainnya: Individu yang paling penting dalam pengembangan diri.
  • Goffman: Presentation of the Self
Pandangan Goffman biasa disebut juga sebagai pendekatan dramaturgi, orang-orang bersandiwara dalam beraksi.
Impression Management: individu belajar untuk mencondongkan presentasi atau penampilan diri untuk menciptakan penampilan yang khas dan unik demi memuaskan penonton tertentu.
Face-Work: mempertahankan citra diri yang tempat untuk menjalankan interaksi sosial.

Psychological Approaches to the Self
  • Menurut Freud, diri merupakan suatu produk sosial. Naluri impulsif alami dalam konflik konstan dengan kendala sosial. Kepribadian seseorang dapat dipengaruhi oleh orang lain terutama dari orang tuanya.
  • Menurut Piaget, perkembangan anak lewat teori kognitif dapat diidentifikasi dengan 4 tahap dalam pengembangan proses berpikir. Kunci dari perkembangannya adalah interaksi sosial.
3. Socialization and the Life Course
Melihat lebih dalam tentang faktor-faktor sosial yang mempengaruhi orang-orang sepanjang hidupnya. Kita akan bertemu dengan kesulitan dalam bersosialisasi pada di hari tua.
  • Rites of Passage: mendramatisir dan memvalidasi perubahan status seseorang.
  • Anticipatory Socialization: proses sosialisasi dimana seseorang melatih pekerjaannya di masa depan dan hubungan sosialnya.
  • Resocialization: proses menyingkirkan pola perilaku yang lama dan menerima yang baru sebagai transisi dalam kehidupan seseorang.
  • Total Institution: institusi-penjara, militer, rumah sakit jiwa, atau biara yang mengatur semua aspek kehidupan seseorang dibawah otoritas.
  • Degradation Ceremony: ritual dimana individu menjadi sekunder dan tidak terlihat dalam lingkungan sosial yang menguasai.
4. Agents of Socialization
  • Keluarga
Sangat berperan dalam mensosialisasikan anak ke lingkungannya.
Memberikan pengaruh lewat kebudayaan.
Peran Gender: harapan tentang perilaku yang tepat, sikap, dan kegiatan dari pria dan wanita.
  • Sekolah
Mengajarkan nilai-nilai pada anak dan kebiasaan masyarakat luas.
Anak-anak tradisional disosialisasikan ke peran gender yang konvensional.
  • Teman Sebaya
Semakin anak-anak bertumbuh dewasa, kelompok sebaya sangat berperan.
  • Media Massa & Teknologi
Teknologi mensosialisasikan keluarga kepada multitasking sebagai norma sosial.
  • Tempat Bekerja
Belajar untuk berperilaku tepat dalam pengaturan kerja adalah aspek fundamental dari sosialisasi manusia. Di tempat kerja, ada 4 tahap dalam bersosialisasi yaitu karir pilihan, sosialisasi antisipatif, conditioning, komitmen berkelanjutan.
  • Agama & Negara
Pemerintah dan organisasi keagamaan memberikan dampak dalam kehidupan dengan memunculkan tata cara.

5. Social Policy & Socialization
Pelayanan Anak
Menurut wawasan sosiologis, kualitas pelayanan anak diluar rumah mencerminkan tingkat mikro analisis yang disukai oleh para interaksionis. Fungsionalis pelayanan anak dari perspektif analisis tingkat makro keluarga sebagai lembaga sosial. Biaya perawatan merupakan beban bagi keluarga kelas bawah. Pandangan feminis menimbulkan pertanyaan tentang status yang rendah dan upah pekerjaan perawat anak. Kebijakan mengenai perawatan anak diluar rumah bervariasi diseluruh dunia. Harus diputuskan bahwa perawatan anak yang diinginkan harus menentukan sejauh mana wajib pajak yang harus mensubsidi program tersebut. 

II. Social Interaction & Reality

Interaksi sosial merupakan suatu fondasi dari hubungan yang berupa tindakan yang berdasarkan norma dan nilai sosial yang berlaku dan diterapkan di dalam masyarakat. Tanggapan kita terhadap perilaku seseorang didasarkan pada terkaitnya kita dengan tindakan mereka. 

1. Elements of Social Structure
  • Status: mengacu pada salah satu posisi yang didefinisikan secara sosial dalam kelompok besar atau masyarakat.
  • Ascribed Status: seseorang lahir dengan suatu status.
  • Achieved Status: seseorang memperoleh status tersebut dengan usaha.
  • Master Status: status yang mendominasi orang lain dan menentukan posisi umum seseorang dalam masyarakat.
  • Peran sosial merupakan sekelompok harapan bagi orang-orang yang menempati status yang diberikan. Hal ini merupakan komponen penting dari struktur sosial.
  • Role Stain: kesulitan yang muncul ketika posisi sosial yang sama memaksakan tuntutan yang saling bertentangan dan harapan.
  • Role Exit: proses pelepasan dari peran yang merupakan pusat identitas seseorang untuk membangun peran baru.
  • Groups: sejumlah orang dengan norma-norma yang sama, nilai-nilai, dan harapan serta berinteraksi satu sama lain secara teratur.
  • Social Network: serangkaian hubungan sosial yang menghubungkan orang secara langsung kepada orang lain, dan secara tidak langsung menghubungkan dia kepada orang lebih banyak lagi.
  • Networking: keterlibatan dalam jaringan sosial; keterampilan berharga ketika mencari pekerjaan.
  • Social Institutions: pola terorganisir keyakinan dan perilaku yang berpusat pada kebutuhan sosial dasar.
Pandangan fungsionalis meliputi 5 tugas utama yang harus dilaksanakan oleh sekelompok masyarakat:
- Mengganti personil.
Mengajar anggota baru.
- Memproduksi dan mendistribusikan barang dan jasa.
- Melestarikan.
- Menyediakan dan memelihara suatu tujuan.
Pandangan konflik adalah lembaga-lembaga utama membantu menjaga hak-hak individu yang paling kuat dan kelompok dalam masyarakat. Institusi sosial bersifat inheren konservatif dan beroperasi di lingkungan gender & rasis.
Pandangan interaksional menjelaskan bahwa institusi sosial mempengaruhi perilaku kita sehari-hari dan perilaku sosial dikondisikan oleh peran serta status. 

2. Social Structure in Global Perspective
  • Durkheim’s
Mechanical Solidarity: mengacu pada kesadaran kolektif yang menekankan solidaritas kelompok, menyiratkan bahwa semua individu melakukan tugas yang sama.
Organic Solidarity: mengacu pada kesadaran kolektif yang bergantung pada kebutuhan anggota masyarakat memiliki satu sama lain.
  • Toonie’s
Gemeinschaft: komunitas kecil di mana orang memiliki latar belakang dan pengalaman hidup yang sama.
Gesselschaft: komunitas besar di mana satu dengan yang lain tidak mengenal dan merasa sedikitnya kesamaan dengan warga masyarakat lainnya.
  • Lenski’s Sociocultural Evolution Approach
Memandang bahwa perubahan dalam masyarakat terjadi sesuai dengan pola sosiokultural evolusi. Tingkat masyarakat tentang teknologi penting untuk diorganisir. 
Pada jaman masyarakat preindustri, ditemukan masyarakat berburu dan menemukan yang merupakaan keadaan dimana orang bergantung pada apa pun makanan dan serat yang tersedia. Sedangkan pada masyarakat industri, tergantung pada mekanisasi untuk memproduksi barang dan jasa mereka. Penemuan dan sumber energi sangat diandalkan dan dapat mengubah fungsi keluarga sebagai unit yang lebih mandiri.
Dalam masyarakat pascaindustri, sistem ekonomi bergerak terutama dalam pengolahan dan pengendalian formasi. Sedangkan dalam masyarakat pascamodern, masyarakat akan sibuk dengan teknologi yang canggih. 

III. Stratification & Social Mobility in the US

1. Understanding Stratification
Systems of Stratification
  • Ascribed Status: posisi sosial yang ditugaskan ke orang tanpa memperhatikan karakteristik unik orang tersebut atau bakat.
  • Achieved Status: posisi sosial dicapai oleh orang terutama melalui upaya sendiri.
  • Slavery: bentuk paling ekstrim dari ketimpangan sosial yang dilegalisir.
  • Castes: sistem turun-temurun dari peringkat, biasanya agama didikte, yang cenderung tetap dan bergerak.
  • Estate System: berhubungan dengan masyarakat feodal pada Abad Pertengahan.
Social Classes
Class System: ranking sosial terutama didasarkan pada posisi ekonomi yang dicapai karakteristik dapat mempengaruhi mobilitas sosial.
Rossides (1997) membedakan ada 5 kelas untuk menjelaskan sistem kelas di Amerika:
  • Upper class
  • Upper-middle class
  • Lower-middle class
  • Working class
  • Lower class
Perspective on Stratification
>> Pandangan Karl Marx terhadap perbedaan sistem kelas menyatakan bahwa hubungan sosial tergantung pada siapa yang mengontrol modus utama produksi.
  • Kapitalisme merupakan sistem ekonomi di mana alat-alat produksi yang diadakan sebagian besar di tangan swasta dan insentif utama untuk kegiatan ekonomi adalah akumulasi keuntungan.
  • Class consciousness merupakan kesadaran subjektif dari kepentingan umum dan kebutuhan untuk aksi politik kolektif untuk membawa perubahan.
  • False consciousness merupakan sikap yang dipegang oleh anggota kelas yang tidak secara akurat mencerminkan posisi tujuan mereka.
>> Pandangan Max Weber terhadap stratifikasi adalah tidak ada karakteristik tunggal yang benar-benar mendefinisikan posisi seseorang dengan sistem stratifikasi.
  • Status Kelompok: orang yang memiliki prestise atau gaya hidup yang sama.
  • Kelas: sekelompok orang yang memiliki tingkat yang sama kekayaan dan pendapatan.
  • Kekuasaan: kemampuan untuk melaksanakan kehendak seseorang atas orang lain.
2. Perspective of Stratifications
  • Pandangan Interaksionis: tertarik dengan pentingnya kelas sosial dalam membentuk gaya hidup seseorang.
  • Pandangan Fungsionalis: ketimpangan sosial yang diperlukan sehingga orang akan termotivasi untuk mengisi posisi fungsional penting. Tidak menjelaskan perbedaan besar antara yang kaya dan miskin.
  • Pandangan Konflik: manusia mudah terkena konflik terutama tentang kekayaan, status dan kekuasaan. Sumber utama stratifikasi dari ketegangan sosial dan konflik akan mengarahkan kepada ketidakstabilan dan perubahan sosial.
  • Pandangan Lenski: dengan adanya kemajuan teknologi, masyarakat menjadi mampu menghasilkan surplus yang cukup besar. Sumber daya surplus sangat memperluas kemungkinan ketidaksetaraan status, pengarah, dan kekuasaan. Alokasi barang dan jasa memperkuat kesenjangan sosial.
3. Stratification by Social Class
Mengukur kelas sosial dengan metode objektif dengan melihat kelas dengan kategori statistik yang didasarkan pada kedudukan, pendidikan, penghasilan dan tempat tinggal.
>> Prestige: rasa hormat dan kagum pada kedudukan yang berlaku dalam masyarakat.
>> Esteem: reputasi tertentu orang telah menerima dalam suatu pekerjaan.
Pendapatan mengacu pada aliran uang dari waktu ke waktu dalam bentuk tingkatan (per jam, per minggu atau per tahun), kekayaan adalah kumpulan aset yang dimiliki. Pendapatan adalah apa yang orang terima melalui kerja, pensiun, atau kesejahteraan sosial sedangkan kekayaan adalah apa yang dimiliki oleh setiap orang. Sementara keduanya tampaknya terkait, ketimpangan pendapatan saja tidak cukup untuk memahami kesenjangan ekonomi karena dua alasan:
  • Tidak secara akurat mencerimkan posisi ekonomi setiap individu.
  • Penghasilan tidak menggambarkan beratnya ketimpangan keuangan di Amerika Serikat.
>> Absolute Poverty: tingkat minimum subsistensi bahwa tidak ada keluarga yang harus hidup di bawah.
>> Relative Poverty: standard mengambang dimana orang-orang di bagian bawah masyarakat yang dinilai sebagai yang dirugikan dibandingkan dengan bangsa secara keseluruhan.
Orang yang miskin bukan berasal dari kelas sosial statis. Menurut Gans, kemiskinan dan miskin memenuhi fungsi positif bagi banyak kelompok non miskin.

4. Social Mobility
Merupakan gerakan individu atau kelompok dari satu posisi dalam sistem stratifikasi suatu masyarakat yang lain.
- Open System: posisi setiap individu dipengaruhi oleh posisi yang dicapai seseorang.
- Closed System: memungkinkan sedikit atau tidak ada kemungkinan bergerak naik.
- Tipe-tipe mobilitas sosial:
  • Mobilitas Horizontal: gerakan dalam kisaran yang sama prestise.
  • Mobilitas Vertikal: perpindahan dari satu posisi ke posisi lain dari peringkat yang berbeda.
  • Mobilitas Intragenerasional: perubahan posisi sosial dalam kehidupan dewasa seseorang.
Mobilitas sosial di Amerika melibatkan mobilitas kerja yang berdampak pada pendidikan, ras dan etnis serta gender.

5. Social Policy
Berikut adalah beberapa kebijakan dari pemerintahan Amerika untuk mengatasi pendapatan dan membantu rumah tangga miskin:
  • Pajak penghasilan progresif: orang dengan pendapatan lebih tinggi pada tingkat yang lebih tinggi. Semua warga AS menerima layanan federal yang dasar yang sama dalam hal pertahanan, penegakan hukum, makanan dan regulasi obat. Namun warga kaya membayar lebih untuk layanan ini karena porsi pendapatan mereka lebih besar.
  • Program bantuan publik: asuransi pengangguran, program kesejahteraan federal dan medicare tetapi jaminan sosial tidak termasuk.
  • Program pembangunan ekonomi: program federal yang membantu keuangan minoritas dan pengusaha-pengusaha wanita atau bisnis kecil. Mereka membantu memperbaiki ketidakseimbangan yang diciptakan oleh diskriminasi pekerjaan di masa lalu.
  • Mengelola perekonomian: pemerintah federal menerapkan kebijakan ekonomi yang bertujuan untuk menghasilkan lapangan kerja penuh serta inflasi yang rendah.
Reflection:
Manusia merupakan makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain di dalam kehidupannya. Sosialisasi merupakan bagian penting. Seperti disebutkan diatas, ada 6 agen-agen yang terlibat dalam sosialisasi sehari-hari kita. Semenjak kita masih bayi dan baru menginjak masa anak-anak, keluarga kita mensosialisasikan kita dengan anggota keluarga yang lainnya. Setelah itu, kita baru mulai memasuki jenjang sekolah, dan diajarkan untuk bersosialisasi dengan orang-orang baru yaitu teman-teman sebaya kita. Dan kita juga bersosialisasi dengan guru untuk mendapatkan pelajaran, penjual di kantin untuk mendapat makanan. Seiring dengan berkembangnya jaman, kita bisa menggunakan media massa dan teknologi untuk berkomunikasi dengan orang lain meskipun terpisahkan oleh jarak. Informasi tersebar dengan cepat melalui kedua hal tersebut, sehingga kita tidak akan tertinggal berita penting. Agama dan negara juga mensosialisasikan nilai dan norma penting yang mengajarkan tata cara bagaimana kita berperilaku yang baik dalam bermasyarakat dan hal ini dapat berbeda-beda dalam setiap kebudayaan. 

References:
- Power Point Binus Maya: Human Socialities; Socialization, Social Interaction & Social Mobility
- Disaring dari Wealth and Poverty; What's the Government's Role?http://www.infoplease.com/cig/economics/government-role.html (12/04/2014)


Anonymous Anonymous said...

Artikel kamu bagus dan menarik. Dengan adanya pendapat dari beberapa ahli membuat artikel kamu ini semakin bagus. Secara keseluruhan baguss....

 
Blogger Unknown said...

artikel kamu bagus, masing-masingcontoh dijelaskan secara jelas dan singkat, dan terdapat pula pendapat dari berbagai ahli (seperti yang dikatakan oleh yonathan). saya suka artikel ini

 
Blogger Unknown said...

artikel yang sangat bagus dann menarik, kamu juga menyertakan penjelasan yang detail agar mudah dipahami...

 

Post a Comment

Newer›  ‹Older