Soal UTS Filsafat NO. 3-4
April 19, 2014
3. Jelaskan dengan lengkap disertai dengan contoh
tentang:
a. Perspektif
Feminist: Pemahaman terhadap sifat ketidaksetaraan gender yang mengkaji
peran sosial perempuan, pengalaman, kepentingan, dan politik feminis dalam
berbagai bidang seperti antropologi dan sosiologi, komunikasi, psikoanalisis,
ekonomi, sastra, pendidikan dan filsafat. Perspektif ini dimulai dengan asumsi
bahwa perempuan tertindas dalam masyarakat sehingga terbentuklah gerakan
perempuan yang menuntut emansipasi atau kesamaan dan keadilan hak dengan pria.
Contoh: Seorang perempuan berperan sebagai kepala keluarga, dia yang
mencari nafkah dan membiayi serta mengurus keluarganya.
b. Seksisme: Diskriminasi
atau kepercayaan bahwa satu jenis kelamin lebih berharga atau lebih superior
daripada jenis kelamin yang lainnya. Sifat misoginis
adalah kebencian terhadap kaum wanita dan sifat misandria adalah kebencian terhadap kaum pria.
Contoh: Pada umumnya, perempuan yang ingin masuk dalam militer
akan direndahkan karena akan dikatakan tidak sesuai dengan kemampuan dan
kekuatannya. Militer lebih ditekankan untuk para kaum laki-laki. Padahal,
apabila seorang perempuan yang masuk militer dilatih dengan baik dan rutin, dia
bisa menjalankan tugasnya sama dengan laki-laki.
c. Etnografi: Ilmu sejarah yang mempelajari masyarakat, kelompok etnis
dan formasi etnis lainnya seperti etnogenesis, komposisi, perpindahan tempat
tinggal, karakteristik kesejahteraan sosial dan budaya serta spiritual mereka.
Secara singkat, etnografi merupakan kajian tentang kehidupan dan kebudayaan
suatu masyarakat atau etnik.
Contoh: Adat istiadat, kebiasaan, hukum, seni, religi, atau
bahasa dari sebuah kelompok masyarakat.
d. Sinkretisme: Suatu proses perpaduan dari beberapa paham-paham atau
aliran-aliran agama atau kepercayaan. Pada sinkretisme, terjadi proses
perpaduan berbagai unsur aliran atau paham, sehingga hasil yang didapat dalam
bentuk abstrak yang berbeda untuk mencari kesamaan dan keseimbangan.
Sinkretisme muncul ketika masyarakat tradisional berinteraksi secara teratur
dengan masyarakat industri.
Contoh: Aliran Buddha Mahayana yang merupakan pencampuran antara
ajaran agama Budha dengan Hindu pemuja Dewa Syiwa.
e. Sub urban: Suatu area yang lokasinya dekat dengan pusat kota atau
inti kota dengan luas mencakup daerah penglaju dan commuter.
Contoh: Di Amerika, perumahan atau pemukiman masyarakat yang
terpisah dari pusat kota merupakan daerah sub urban.
f. Arete dan Agon:
- Arete: Cita-cita
atau idealisme orang Yunani yang sifatnya sementara, hanya ketika individu
sedang berjuang untuk mencapai sesuatu. Arete termasuk kebajikan, keterampilan,
kecakapan, kebanggaan, keunggulan, keberanian dan bangsawan. Arete tidak hanya
terbatas untuk para atlet, tapi juga pada pegawai negeri, penyair, filsfut atau
tentara.
Contoh: Dalam Odysseia, Penelopeia memiliki arete karena dia sebisa mungkin menjadi istri
terbaik.
- Agon: Idealisme
orang Yunani kuno dimana mereka memandang segala sesuatu sebagai agon antara dua kekuatan.
Contoh: Menghafal suatu teks merupakan agon antara orang dan teks.
g. Wire Generation: Generasi baru yang lahir di era digital yang mampu
merubah dunia ini. Generasi ini pasti tidak akan jauh dari kegiatan yang
berhubungan dengan internet.
Contoh: Anak SD yang mengerjakan tugas-tugasnya bergantung dengan
jawaban di internet bukan membaca atau mencarinya dulu dari buku cetaknya.
h. Genogram: pohon keluarga yang menyelidiki asal usul
klien/keluarganya yang menyajikan masalah dengan diagram keluarga setidaknya
selama tiga generasi. Genogram memeriksa pola emosi dan perilaku yang
bermasalah dalam konteks antargenerasi.
Contoh:
4. Jelaskan pandangan Mead dan Goffman tentang self! Berikan contoh-contoh konkret.
![]() |
| Picture 1.1 Contoh Genogram |
4. Jelaskan pandangan Mead dan Goffman tentang self! Berikan contoh-contoh konkret.
- Pandangan Mead: Theory of the Social Self
Ada tiga tahap dimana diri seseorang dikembangkan, yaitu:
bahasa, imitasi dan bertindak. Bahasa
memungkinkan individu untuk mengambil peran yang lain dan memungkinkan orang
untuk menanggapi gerakan sendiri dalam hal yang disimbolkan orang lain. Imitasi memungkinkan individu untuk
mengambil peran orang lain dan mengekspresikan harapan orang lain yang
signifikan. Proses role playing
adalah kunci untuk kesadaran dan pengembangan diri. Dalam bertindak, individu diperlukan untuk internalisasi peran semua
orang lain yang terlibat dengan dia dan harus memahami peraturan yang ada.
Mead juga menekankan konsep “I” dan “me”. Sisi I adalah individualitas seseorang.
Sedangkan me mewakili harapan dan
sikap orang lain. Yang terinalisasi dalam me
adalah instrumen utama kontrol sosial yang merupakan mekanisme dimana
masyarakat berlatih untuk mengontrol perilaku anggotanya.
Contoh: Seorang individu sebut saja dengan nama A menjalani tiga
tahap pengembangan diri Mead. Dalam tahap bahasa,
A mengetahui perannya dalam masyarakat dan mulai berinteraksi dengan orang
lain. Selanjutnya di tahap imitasi, A
dapat meniru peran dari orang-orang disekitarnya seperti peran orang tuanya
atau orang lain yang sering berinteraksi dengan dia. Tetapi dalam tahapan ini,
A belum memahami maksud peranan yang dimainkannya. Kemudian dalam tahap bertindak, A sudah menyadari dan
memahami peran yang harus dijalankannya dan harapan masyarakat terhadap peran
dia serta dia juga sudah memahami peranan orang lain yang berinteraksi dengan
dia dalam kesehariannya.
- Pandangan Goffman: Presentation of the Self
Pandangan ini mengarahkan ke pendekatan dramaturgi. Dia
menemukan hubungan antara jenis-jenis tindakan yang dilakukan orang-orang dalam
kehidupan sehari-harinya dan sandiwaranya. Dalam berinteraksi sosial, ada area
dimana individual merupakan audience,
dimana konsep diri positif dan pertunjukkan yang diinginkan ditawarkan. Tetapi
ada juga area backstage, yang
merupakan area pribadi dimana individual dapat menjadi diri mereka sendiri dan
melepaskan peran dan identitas sosial mereka.
Contoh: Seorang perempuan yang baru bertemu dengan calon
mertuanya pasti akan menjaga sopan santun dan tindakannya, karena ingin
membentuk kesan atau impresi yang baik dihadapan calon mertuanya.
comments |
2 comments

