<meta name='google-adsense-platform-account' content='ca-host-pub-1556223355139109'/> <meta name='google-adsense-platform-domain' content='blogspot.com'/> <!-- --><style type="text/css">@import url(//www.blogger.com/static/v1/v-css/navbar/3334278262-classic.css); div.b-mobile {display:none;} </style> </head><body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/5535061034677715500?origin\x3dhttps://frankenthrones.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
drowning beneath the waves
Soal UTS Filsafat NO. 3-4
April 19, 2014

3. Jelaskan dengan lengkap disertai dengan contoh tentang:

a. Perspektif Feminist: Pemahaman terhadap sifat ketidaksetaraan gender yang mengkaji peran sosial perempuan, pengalaman, kepentingan, dan politik feminis dalam berbagai bidang seperti antropologi dan sosiologi, komunikasi, psikoanalisis, ekonomi, sastra, pendidikan dan filsafat. Perspektif ini dimulai dengan asumsi bahwa perempuan tertindas dalam masyarakat sehingga terbentuklah gerakan perempuan yang menuntut emansipasi atau kesamaan dan keadilan hak dengan pria.
Contoh: Seorang perempuan berperan sebagai kepala keluarga, dia yang mencari nafkah dan membiayi serta mengurus keluarganya.

b. Seksisme: Diskriminasi atau kepercayaan bahwa satu jenis kelamin lebih berharga atau lebih superior daripada jenis kelamin yang lainnya. Sifat misoginis adalah kebencian terhadap kaum wanita dan sifat misandria adalah kebencian terhadap kaum pria.
Contoh: Pada umumnya, perempuan yang ingin masuk dalam militer akan direndahkan karena akan dikatakan tidak sesuai dengan kemampuan dan kekuatannya. Militer lebih ditekankan untuk para kaum laki-laki. Padahal, apabila seorang perempuan yang masuk militer dilatih dengan baik dan rutin, dia bisa menjalankan tugasnya sama dengan laki-laki.

c. Etnografi: Ilmu sejarah yang mempelajari masyarakat, kelompok etnis dan formasi etnis lainnya seperti etnogenesis, komposisi, perpindahan tempat tinggal, karakteristik kesejahteraan sosial dan budaya serta spiritual mereka. Secara singkat, etnografi merupakan kajian tentang kehidupan dan kebudayaan suatu masyarakat atau etnik.
Contoh: Adat istiadat, kebiasaan, hukum, seni, religi, atau bahasa dari sebuah kelompok masyarakat.

d. Sinkretisme: Suatu proses perpaduan dari beberapa paham-paham atau aliran-aliran agama atau kepercayaan. Pada sinkretisme, terjadi proses perpaduan berbagai unsur aliran atau paham, sehingga hasil yang didapat dalam bentuk abstrak yang berbeda untuk mencari kesamaan dan keseimbangan. Sinkretisme muncul ketika masyarakat tradisional berinteraksi secara teratur dengan  masyarakat industri.
Contoh: Aliran Buddha Mahayana yang merupakan pencampuran antara ajaran agama Budha dengan Hindu pemuja Dewa Syiwa.  

e. Sub urban: Suatu area yang lokasinya dekat dengan pusat kota atau inti kota dengan luas mencakup daerah penglaju dan commuter.
Contoh: Di Amerika, perumahan atau pemukiman masyarakat yang terpisah dari pusat kota merupakan daerah sub urban.

f. Arete dan Agon:
- Arete: Cita-cita atau idealisme orang Yunani yang sifatnya sementara, hanya ketika individu sedang berjuang untuk mencapai sesuatu. Arete termasuk kebajikan, keterampilan, kecakapan, kebanggaan, keunggulan, keberanian dan bangsawan. Arete tidak hanya terbatas untuk para atlet, tapi juga pada pegawai negeri, penyair, filsfut atau tentara.
Contoh: Dalam Odysseia, Penelopeia memiliki arete karena dia sebisa mungkin menjadi istri terbaik.
- Agon: Idealisme orang Yunani kuno dimana mereka memandang segala sesuatu sebagai agon antara dua kekuatan.
Contoh: Menghafal suatu teks merupakan agon antara orang dan teks.

g. Wire Generation: Generasi baru yang lahir di era digital yang mampu merubah dunia ini. Generasi ini pasti tidak akan jauh dari kegiatan yang berhubungan dengan internet.
Contoh: Anak SD yang mengerjakan tugas-tugasnya bergantung dengan jawaban di internet bukan membaca atau mencarinya dulu dari buku cetaknya.

h. Genogram: pohon keluarga yang menyelidiki asal usul klien/keluarganya yang menyajikan masalah dengan diagram keluarga setidaknya selama tiga generasi. Genogram memeriksa pola emosi dan perilaku yang bermasalah dalam konteks antargenerasi.
Contoh: 
Picture 1.1 Contoh Genogram

4. Jelaskan pandangan Mead dan Goffman tentang self! Berikan contoh-contoh konkret.
  • Pandangan Mead: Theory of the Social Self
Konsep sosial diri menyatakan bahwa individu merupakan hasil dari interaksi sosial dan bukan prasyarat logis atau biologis dari interaksi tersebut. Hal ini tidak muncul saat lahir, tapi dalam proses pengalaman dan aktivitas sosial.

Ada tiga tahap dimana diri seseorang dikembangkan, yaitu: bahasa, imitasi dan bertindak. Bahasa memungkinkan individu untuk mengambil peran yang lain dan memungkinkan orang untuk menanggapi gerakan sendiri dalam hal yang disimbolkan orang lain. Imitasi memungkinkan individu untuk mengambil peran orang lain dan mengekspresikan harapan orang lain yang signifikan. Proses role playing adalah kunci untuk kesadaran dan pengembangan diri. Dalam bertindak, individu diperlukan untuk internalisasi peran semua orang lain yang terlibat dengan dia dan harus memahami peraturan yang ada.

Mead juga menekankan konsep “I” dan “me”. Sisi I adalah individualitas seseorang. Sedangkan me mewakili harapan dan sikap orang lain. Yang terinalisasi dalam me adalah instrumen utama kontrol sosial yang merupakan mekanisme dimana masyarakat berlatih untuk mengontrol perilaku anggotanya. 

Contoh: Seorang individu sebut saja dengan nama A menjalani tiga tahap pengembangan diri Mead. Dalam tahap bahasa, A mengetahui perannya dalam masyarakat dan mulai berinteraksi dengan orang lain. Selanjutnya di tahap imitasi, A dapat meniru peran dari orang-orang disekitarnya seperti peran orang tuanya atau orang lain yang sering berinteraksi dengan dia. Tetapi dalam tahapan ini, A belum memahami maksud peranan yang dimainkannya. Kemudian dalam tahap bertindak, A sudah menyadari dan memahami peran yang harus dijalankannya dan harapan masyarakat terhadap peran dia serta dia juga sudah memahami peranan orang lain yang berinteraksi dengan dia dalam kesehariannya.
  • Pandangan Goffman: Presentation of the Self
Goffman menjelaskan bahwa ketika seorang individual berinteraksi dengan orang lain, dia akan cenderung untuk mengontrol impresi atau kesan dari orang lain terhadap dirinya. Partisipan dalam interaksi sosial akan melatih diri mereka sendiri agar tidak melakukan hal-hal yang memalukan dirinya atau orang lain. Masyarakat sifatnya tidak homogen, kita harus bertindak secara berbeda dalam tiap situasi.

Pandangan ini mengarahkan ke pendekatan dramaturgi. Dia menemukan hubungan antara jenis-jenis tindakan yang dilakukan orang-orang dalam kehidupan sehari-harinya dan sandiwaranya. Dalam berinteraksi sosial, ada area dimana individual merupakan audience, dimana konsep diri positif dan pertunjukkan yang diinginkan ditawarkan. Tetapi ada juga area backstage, yang merupakan area pribadi dimana individual dapat menjadi diri mereka sendiri dan melepaskan peran dan identitas sosial mereka.

Contoh: Seorang perempuan yang baru bertemu dengan calon mertuanya pasti akan menjaga sopan santun dan tindakannya, karena ingin membentuk kesan atau impresi yang baik dihadapan calon mertuanya. 


Blogger Unknown said...

Bagus penjelasannya sudah jelas than, sudah ada contoh-contoh dari pembahasannya. Sangat baik dan jelas.
-samira

 
Blogger Unknown said...

Thania, jawabannya sudah baik, semoga bermanfaat bagi teman2. GBU

 

Post a Comment

Newer›  ‹Older